Pustaka Tenun Sukarara

Katalog Karya: Jejak Filosofi dalam Setiap Benang

Telusuri dokumentasi visual koleksi tenun kami, dari songket hingga ikat, sebagai referensi apresiasi kriya budaya dan keahlian turun-temurun.

Kategori Utama

Koleksi Tenun Sukarara

Motif Subahnale Original Khas Sukarare

Motif piala

Motif Sabuk Dewa

Makna Filosofis: Berasal dari kalimat Subhanallah (Maha Suci Allah). Motif paling rumit ini melambangkan kekaguman kepada kebesaran Tuhan serta simbol kesabaran dan penyerahan diri

Makna Filosofis: Bentuk piala merepresentasikan buah dari kerja keras, dedikasi, serta doa yang terkabul setelah melalui proses yang panjang.

Makna Filosofis: Dalam bahasa Suku Sasak, sabuk dewa secara harfiah diartikan sebagai pelangi atau sabuk milik para dewa. Motif ini menyimbolkan penghubung atau jembatan antara dunia atas (alam keilahian) dan dunia bawah (kehidupan manusia)

Motif Kebangau

Makna Filosofis: melambangkan cinta suci yang abadi, kedamaian, serta kebahagiaan bagi pasangan

Motif Ragi Genep

Makna Filosofis: selendang yang merupakan perpaduan dari beberapa jenis motif sebagai inovasi motif baru

Motif Segar Segara

Makna Filosofis: pentingnya seseorang mematuhi aturan, norma, dan tata cara yang berlaku di masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun saat bepergian

Motif Bintang Rumawe

makna filosofis: Kembang remawa yang mekar melambangkan kematangan usia, kecantikan fisik, serta budi pekerti yang indah.

Motif Kembang Komak

makna filosofis: Kembang remawa yang mekar melambangkan kematangan usia, kecantikan fisik, serta budi pekerti yang indah.

Motif Anteng

Makna Filosofis: melambangkan kecantikan seorang wanita yang akan menikah serta simbol kehangatan dan kenyamanan

Makna Filosofis: simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Seperti halnya alang yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan atau hasil bumi

Makna Filosofis: melambangkan ketangguhan, keterbukaan, serta dinamika kehidupan yang penuh tantangan dan perubahan

Makna Filosofis: sebagai salah satu benda adat desa sukarara yang harus ada pada saat melakukan proses “Ngurisan” (potong rambut bayi) anak laki-laki.

Motif Bintang Empat

Motif Alang/Lumbung

Motif Rangrang

Motif Katik

Makna Filosofis: wajib disiapkan oleh seorang gadis Suku Sasak sebagai prasyarat adat menjelang pernikahan. Pucuk melung melambangkan bukti bahwa seorang gadis telah memiliki keterampilan, kesabaran, dan ketekunan yang matang untuk menjadi seorang istri.

Motif Pucuk Melung

Makna Filosofis: perpaduan dari beberapa motif untuk memberikan inovasi motif terbaru dari kain tenun.

Motif Ngelok

Motif Keker

Menampilkan dua ekor burung merak (keker) yang saling berhadapan dan biasanya bernaung di bawah pohon, melambangkan keindahan, kedamaian, kebahagiaan, serta cinta suci yang abadi

Motif Selolot

Makna Filosofis: Masyarakat Suku Sasak mempercayai bahwa pola pada kain selolot melambangkan harapan agar manusia mendapatkan ketenangan hidup di dunia serta keselamatan hingga akhirat

Motif Tepo Kemalo

Makna Filosofis: kain penutup atau pelengkap busana adat Suku Sasak yang dipakai melingkar di antara pinggang hingga paha

Motif Dobol Daun Semanggi

Makna Filosofis: merefleksikan nilai keharmonisan hidup, kasih sayang, serta doa akan limpahan keberuntungan yang berpasangan dan berkesinambungan

Sapuk

Motif Jokowi

Penamaan ini menjadi ungkapan rasa bangga perajin Desa Sukarara karena karya lokal Lombok dipakai oleh Jokowi

Makna Filosofis: simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Seperti halnya alang yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan atau hasil bumi

Makna Filosofi: melambangkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan harus saling berdampingan

Motif Wayang

Makna Filosofis: Bentuk lilitan dan corak tenun pada sapuk mencerminkan sosok pria yang gagah, berwibawa, dan terhormat

Jelajahi Lebih Dalam: Kemitraan dan Kunjungan Sanggar

Kami menyambut peneliti, komunitas budaya, dan calon mitra untuk berkolaborasi dalam melestarikan warisan Tenun Sukarara.